[Fanfic] His and Her

Title : His And Her

Author : Lee Minyoung

Genre : Romance, Friendship, Humor (Maybe??)

Rating : General

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung

Support Cast :

  • Seo Joo Hyun
  • Kim Ryeowook
  • Lee Sunkyu (Sunny)
  • Lee Sungmin
  • Choi Siwon
  • Hwang Miyoung (Tiffany)
  • Nickhun (2pm)
  • Victoria Song (F(X))


~~~ ^^ Happy Reading ^^ ~~~

Di suatu pagi yang cerah, damai, ten-

“Bangun CHO KYUHYUN!!!”. Ucap -Baca: teriak- seorang yeoja sambil menggedor-gedor pintu si Kyuhyun tadi. (Ok, sepertinya ini bukan pagi yang baik. Author tau itu ==”)

“Aishh, kau berisik sekali Soo. Tunggu 5 menit lagi.”. balas Kyuhyun dengan nada malas.

“Ya!!! Kau kira ini jam berapa hahh??!! Kau hampir terlambat. Ayo bangunn!!!”. omel Sooyoung dengan meledak-ledak (?). Sooyoung yang sudah di ambang batas kesabarannya langsung mendobrak pintu Kyuhyun dan menyibakkan selimut yang masih terbingkai manis di tubuh Kyhyun. Kyuhyun langsung tersentak dan bangun.

“Aigoo, kau ini kasar sekali.”. tutur Kyuhyun.

“Biarkan saja!! Apa pedulimu!! Sudahlah, ayo cepat mandi Kyuhyun-ssi!!”, suruh Sooyoung.

“Ne, ne. Arraseo.”, dengan malas Kyuhyun berjalan gontai menuju kamar mandi untuk mandi (Readers: Ya iyalah, masa mau makan? ; Author: Hhee *nyengir bareng Yoseob*).

—————————-

Tak lama kemudian Kyuhyun turun untuk sarapan.

“Soo…”. panggil Kyuhyun.

“Hmm, adha afa Khyuhyun-sshi??”. tanya Sooyoung tak jelas -dia lagi ngunyah soalnya.

“Ada informasi penting dari sekolah nggak??”. ucap Kyuhyun sambil mengoleskan selai ke rotinya. “Hmm, kayanya nggak ada dehh Kyhuhyun-ssi.” balas Sooyoung.

“Oh, gitu ya. Gomawo!”, “Ne, cheonmaeyo”.

Setelah melahap 3 potong roti -posi Kyuppa-, dan 7 potong roti -porsi Soo eon- (Ck, dasar shikshin).

“Appa! Eomma! Aku dan Soo berangkat!”. Teriak Kyuhyun.

“Ne! Sooyoung-ah gomawo. Sudah mau datang pagi-pagi untuk membangunkan Kyuhyun yang malas ini.”, ucap eomma Kyuhyun dengan nada mengejek ke arah Kyuhyun.

“Ne, cheonmaeyo eommonim!”, balas Sooyoung ramah. Kyu dan Soo lalu berangkat menuju sekolah.

—————————-

Sesampainya di sekolah, Kyuhyun langsung melemparkan tasnya ke arah Sooyoung.

“Ya! Apa maksudmu melemparkan tas ini, Kyuhyun-ssi!!”. protes Sooyoung.

“Ck! Cerewet! Sudah, bawakan saja tasku ke kelasku. Tapi, kalau kau tak bisa titipkan saja ke Sungmin atau Siwon hyung. Aku ada urusan nihh. Oke Soo??”. sahut Kyuhyun yang langsung berlari meninggalkan Sooyoung tanpa meminta jawaban Sooyoung.

“Aishh, memangnya urusan itu terlalu penting hahh!! Sehingga kau tak mempunyai waktu membawa tasmu sendiri ke kelasmu!!”. ucap Sooyoung ketus, namun walaupun begitu dia tetap membawakan tas Kyuhyun ke kelas namja itu (yahh, marah-marah tapi tetep dibawain juga. Gimana sih Soo?? #Gubrak *author tepar dan megap-megap* #plakk Back to story!!).

—————————-

@ Sooyoung’s Class

 

“Annyeonghaseyo, yeorobeun~!!!”, Sapa Sooyoung riang kepada teman-teman sekelasnya.

‘Krik..Krik..Krik’, Namun sepertinya tak ada yang menjawab yah??!! ==”a

“Annyeonghaseyo~, selamat pagi Sooyoung-ah.”, ohhh ada ko yang bales salam Sooyoung eonnie. Namanya Lee Sunkyu atau yang biasa Soo panggil dengan-

“Sunny eonnie!! Selamat pagi juga.”, “Aish, jika kau menambahkan ‘EONNIE’ di belakang namaku aku merasa sangat tua. Apalagi si Tiffany itu ikut-ikutan manggil eonnie.”, keluh Sunny.

“Ya! Apa ada yang salah dengan itu eonnie?”, Sahut orang yang tiba-tiba datang dari belkang Sunny. Yap, itulah sohib kedua Soo. Hwang Miyoung namanya, namun dia lebih dikenal dengan nama Tiffany. Kok bisa? Yaaa, jangan nanya ke Author dong. Saya cuma mau nulis FF.

“Nggak kok.”, balas Sunny dengan sedikit takut.

“Lagipula, kau kan memang yang paling tua di antara kita kan eonnie?”, Celetuk Sooyoung yang mendapat persetujuan dari Tiffany. Namun sayang, kepala mereka harus memiliki benjolan setelah itu gara-gara dijitak Sunny dengan garangnya.

“Ya! Choi Sooyoung, jangan mentang-mentang kau yang paling muda lalu mengataiku seperti itu! Kau juga Tiff! Jangan ngajarin Soo aneh-aneh!”, Sembur Sunny.

“Aduduh, appoya. Hehehe, peace eon, peace!!”, Ucap Sooyoung sambil mengacungkan dua jarinya yang membentuk huruf ‘V’.

“Peace, peace. Kau ini nyari masalah saja!”, “Huaa, masa aku dibilangin pembuat onar sama Sunny eonnie?”, “Yang bilang pembuat onar siapa? Aku kan bilang nyari masalah!”, “Huaa, tetep aja!!”, “Nggak! Beda!”, “Sama!”, “Beda!”, “SAMA!!!”, “BEDA!!!”.

“YA!!!”, teriak Tiffany. “Sudah besar masa’ masih tengkar aja!”, kata Tiffany yang sudah muak dengan pertengkaran Soo-Sun (Lagian Fany eon juga BeTe dikacangin terus sama Sooyoung dan Sunny).

SIIINNNGGG. . .

“Loh? Ko malah sepi?”, Ucap Tiffany keheranan.

“Memangnya mau bicara apa, nona Hwang? Tadi aku debat sama Soo dimarahin!”, Sahut Sunny -sedikit ketus.

“Ehm, kalian tau gak? Mmm, minggu lalu aku…”, kata Tiffany menggantung. “KENAPA??!!”, Sahut Sooyoung dan Sunny bersamaan dan bersemangat!

“Mi-minggu lalu aku..”

“Hm?”

“Minggu la-”

“Haduh, kalau begini kapan selesainya?”, Protes Sunny.

“Iya tuh, Tiffany eonnie! Cepetan dikit napa ceritanya! Lelet banget!”, Keluh Sooyoung.

“Aish, kalian ini memang tak sabaran. Sebenarnya minggu lalu tuhh, Siwon oppa ‘nembak’ aku!”, tutur Tiffany.

“Haaahhh!??! Trus kamu jawab apa?”, Balas Sooyoung dan Sunny dengan muka kebingungan mereka.

“Yah… Sebenernya, aku masih belum jawab waktu dia  nembak. Tapi, aku sudah meng’iya’kan pernyataannya kemarin lusa kok.”, jawab Tiffany sambil merona. Ah~, biasa pasangan baru pasti gitu… ^^

“Kyaa!! Chukkae Tiffany-ah. Aku ikut seneng dehh.”, Histeris Sunny sambil meluk-meluk Tiffany (Sunny eonnie lebay dehh ==”).

“Ne, Gomawo eonnie.”, ucap Tiffany sekenanya.

“Tapi, ngomong-ngomong sepertinya di antara kita bertiga… Hanya tinggal Sooyoung yang masih jomblo”, Goda Sunny sambil lirik-lirik nakal ke Sooyoung. Orang yang dilirikin jadi salting di tempatnya berdiri.

“E-eh? Apa si Eon?” tanya Sooyoung.

“Iya secara gitu lohh. Aku kan sudah punya Singmin oppa. Dan Tiffany baru-baru ini sudah punya Siwon oppa yang temannya Sungmin oppa, Jadi. hanya kamu yang masih jomblo”, Cerocos Sunny tanpa jeda.

“Biarin, terserah aku dong eonnie!”, Ucap Sooyoung sambil melet-melet ke arah Sunny.

“Hmmph, ne ne. Terserah apa katamu lahh”, Sahut Tiffany sambil mengendikkan bahunya.

“Ehh, ngomong-ngomong PJ-nya mana Tiffany Eonnie?”, kata Sooyoung.

“Eh? PJ? Pajak Jadian maksudanya?!”, balas Tiffany. Sooyoung mengangguk keras, sampai kepalanya kejedot ke tembok (?) *Ehehehe, bercanda*.

“Ho-oh, PJ. Pajak Jadian, kapan mau dilaksanakan?”, Pinta Sooyoung -sedikit memaksa. Yah, inikan ada hubungannya dengan makanan. Tau kan, hubungan Sooyoung dan makanan?? *senyum evil*

“Huh, kau ini!! Kapan-kapan aja, ya?!”, Tutur Tiffany.

“Yah, ko kapan-kapan. Lagi bokek ya?!”, ungkap Sooyoung.

“Ish, kau ini!!! Ingin tau uru-“, ucapan Tiffany terpotong karena ada seseorang yang memanggil namanya.

“Fany-ya!!”, ternyata pacar baru Tiffany A.K.A Siwon yang memanggil.

“Eh? Oppa, waeyo?”, tanya Tiffany ramah.

“Ada yang mau kubicarakan denganmu.”, jawab Siwon yang lantas menarik tangan Tiffany keluar dari kelas tersebut.

“Mereka mau ngapain ya?” ucap Sooyoung yang dibalas angkatan bahu dari Sunny.

-TIFFANY POV-

 

Eh? Siwon oppa memnggilku untuk apa ya? Sepertinya serius sekali…

“Apa yang ingin kau bicarakan oppa? Jangan bilang kau ingin putus!!!”, tebakku.

“AH! ANI!! Kata baru aja pacaran, masa udah putus?? Susah tau dapetin cewek kayak kamu.”, jawab Siwon oppa.

“Ya! Gombal nih??”, selidikku.

“Ish! Kenapa jadi membicarakan ini?! Uhm, begini Fany-ya, kau tau tidak kalau si Maniak Game itu suka sama sahabat dekatmu yang Shikshin itu??”, ucap Siwon oppa sambil ngelirik kanan dan kiri *Kaya orang mau nyebrang aja kau, oppa ==”a* -takut ada yang menguping pembicaraan kami.

“Mworago?! Kok bisa sih, oppa?”, Heranku. Kyuhyun suka ke Sooyoung? Apa kata dunia coba? Mereka selama ini nggak pernah akur! Dan selalu ngejek satu sama lain! Kenapa bisa si Kyu…

“Ya.. Bisa aja. Cinta itu buta, Fany-ya. Jadi, rencananya Kyuhyun bakalan membuat sesuatu buat ‘NEMBAK’ Sooyoung. Tolong Sooyoung kau buat sibuk sementara waktu ini. Jangan sampai dia tahu tentang rencana ini, arrachi?!”, Jelasnya panjang kali lebar.

“Hmmm….. Arraseo!!! Ku usahakan yang terbaik!”, balasku riang. Ah~, uri shikshin Sooyoung bakalan punya namjachingu~. Yeodongsaeng-ku yang satu itu sungguh beruntung!

“Good Girl. Eh, udah dulu ya. Aku mau masuk kelas, udah bel. Nanti ketemuan ya, chagi~. Sungmin hyung dan Sunny sudah kuberitahu. Perihal ‘rencana’ itu…”, ungkapnya. Aku mengangguk sebagai pengganti ‘IYA’. Tapi, yang bikin kesel itu… Siwon oppa menarik hidungku sebelum kembali ke kelasnya.

“Aish! Appo!!”, teriakku, sedangkan yang diteriaki hanya cengengesan.

“Ehehehe, peace Fany-ya. Love youuu!!!”, teriaknya sebelum menghilang dari pandanganku. Aish, namja itu…

“Love you too, oppa.”, gumamku.

“Eonnie, ayo masuk. Bel udah bunyi tuh…”, kepala orang yang sudah ku anggap yeodongsaeng itu menyembul keluar dari kelas. Dia… Choi Sooyoung.

“Ne, dongsaeng-ah.”, balasku yang lalu melenggang ke kelas.

“Eonnie-ya, tadi apa yang kau bicarakan dengan Siwon oppa?”, tanya Sooyoung sambil berbisik.

“Ah! Ani! Urusan antara aku dan dia, Sooyoungie~. Mianhae, aku tak bisa memberitahumu.”, ucapku lembut.

“Eum! Gwenchana! Aku tak mau ikut urusan orang lain bila itu pribadi!”, balasnya sambil tersenyum -lebih tepatnya nyengir.

-TIFFANY POV END-

—————————-

-SOOYOUNG POV-

RRINGG…RRINGG… *anggep bunyi bel XD*

“Hore! Kajja, eonnie-deul!! Kita ke kantin!”, ajakku riang sambil menggaet tangan-tangan dua eonnieku ini. Menuju kantin tentunya. Sekalian refreshing. Salahkan saja Han seongsaengnim, yang memberikan materi membingungkan!! Entahlah apa yang dia ceramahkan di depan kelas tadi, apapun itu yang penting aku benci MATEMATIKA!!

“Ya! Dasar shikshin! Makanan mulu yang ada di pikirannya.”, Kesal Sunny.

“Ah, eonnie kejem banget sihh. Aku heran kenapa Sungmin oppa bisa suka ke eonnie?”, heranku.

“Ish!! Kok bilang gitu sih Soo-ah?? Arra, arra, aku minta maaf. Aku habisnya lagi frustasi gara-gara Han seongsaengnim!”, elak Sunny.

“Ne, Gwenchanayo. Nah, sekarang ayo kit-” ucapanku terputus ketika Tiffany menyela.

“Ah, mianhae Soo. Aku ada janji sama Siwon oppa. Kamu bareng sama Sunny eonnie aja gih!! Udah ya! Annyeong~.”, kata Tiffany yang lantas meninggalkanku dan Sunny eonnie.

“Nah, eonnie. Ayo kit-“, lagi-lagi ucapanku diputus.

“Aku juga ada janji sama Sungmin oppa. Mianhae…”, Ucap Sunny sambil nunjukin muka melas andalannya (Readers: Aegyo kalee, author dodol ; Author: Yee, suka-suka gua! Yang punya ni cerita sape?? : Reader: *pundung*).

“Mwo!! Eonnie juga ada janji? Huaaa, pada ngejailin aku ya?”, rengekku -kekanak-kanakan memang, tapi biarlah, aku ingin bermanja-manja dengan eonnie yang satu ini.

“Jeongmal mianhae, Youngie~. Aku benar-benar ada janji. Kau tau kan sifa-“, “Ne, aku tahu. Sudah sana temui Prince Aegyo-mu itu! Biarlah aku pergi sendiri.”, potongku cepat. Ha~h, malas aku mendengarkan ceramahnya tentang Sungmin oppa hari ini. Lagupula aku sudah hafal…

“Sekali lagi, mian Youngie~. Aku tinggal dulu yah, annyeong~~~”, teriaknya sambil menebar kiss-bye ke arahku. Week, dasar eonnie genit *author di siksa Sunny FC*. Haish, sialnya aku hari ini. ‘Oke, Soo jangan pedulikan mereka. Ayo ke kantin!’ inner-ku berkata dengan semangat ’45-nya.

BRUUUAAAGH…

Aish, jinjja! Siapa lagi sih yang merusak mood-ku hari ini??

“Ya!! Siapa sih yang nabrak kurang-“, ucapanku terhenti ketika melihat siapa penabrak tersebut.

“Seohyun-ah…”. Ne, namanya Seo Joo Hyun. Namun lebih sering dipanggil Seohyun. Dia adik kelas yang paling aku sayang. Dengar-dengar sih, dia menyukai Kyuhyun. Terbukti, aku juga sering melihatnya blushing di hadapan Kyuhyun ketika mereka berbicara. Entah ini hanya perasaanku atau aku sepertinya tidak rela dia dekat dengan Kyuhyun. Ada sesuatu yang membuatku ingin menyingkirkan Seohyun, ketika dia bersama Kyuhyun. Huft, aku tak mau ambil pusing dengan keadaan ini. Lelah aku meladeni hatiku yang tak jelas.
“Eh?! Sooyoung eonnie, neon gwenchanayo??”. Tuh kan, dia tuh paling baik dehh. Dan dia paling perhatian padaku. Sungguh aku tak tega bila harus memarahinya. Hah~, Seo-ah kenapa mukamu seimut itu. Aku jadi takut untuk melakukan hal-hal yang buruk padamu. Eh?
“Ne, naneun gwenchana.”, Ucapku sambil menyambut tangan mungilnya yang bermaksud untuk membantuku berdiri.

“Jeongmal mianhae, eonnie. Aku benar-benar tidak sengaja.”, keluhnya. Aku tersenyum lembut ke arahnya.   “Sudah kubilang kan? Gwenchana. Tak usah sampai minta maaf seperti itu” tuturku. “Ne. Hmm, eonnie mau kemana??”, Tanyanya penasaran.

“Ke kantin. Aku lapar~”, jawabku sambil berusaha seimut mungkin. Kulihat dia terkikik geli.   “Hihihi, iya ya. Babo Seo!! Loh, tapi kan biasanya kau pergi bersama Sunny dan Tiffany eonnie? Kemana mereka??”, Bingungnya.
“Hah~, kau ini. Padahal aku sudah melupakan masalah itu. Hmmph, mereka ‘kencan’ dengan namjachingunya masing-masing”, kesalku.

“Oh, begitu ya. Mianhae…”, Ucapnya sambil menundukkan kepala -merasa bersalah. Ya!! Bagaimana ini, aduduh jangan nangis Seohyun-ah!!   “Aaa, bagaimana kalau kau menemaniku ke kantin, Seohyun-ah?”, Tawarku.    “Jinjjayo?”, Tanyanya tak percaya.    “Ne”, ucapku.

“Hha!! Oke, aku te-“, ucapannya terputus. Mwo? Kenapa nih Seo?? Kulihat Seohyun mematung sambil menunjuk kearah…
“SOO!!!”, Teriak seseorang. Ketika kutolehkan kepalaku-. Omo! Ternyata dia Kyuhyun dan… Oh!! Ryeowook oppa. Kulirik Seohyun. Hhahaha!! Mukanya merah!!!   “Waeyo, Kyuhyun-ssi?”, Tanyaku.

“Nggak cuma nyapa ajah.”, Jawabnya innocent. Huh, dasar!! Namja ini!!! Ingin ku siksa dia sekarang jugaa!!!   “Annyeonghaseyo, Kyuhyun-ssi, Ryeo-ryeowook-ssi.”, sapa Seohyun gugup. Lha? Tadi, ketika menyapa Kyu dia nggak gagap tuhh. Kenapa pas waktu Ryeowook… Ah! Jangan-jangan, anak ini… Tidak, tidak, tidak… Dia kan menyukai Kyuhyun.   “Annyeonghaseyo, Seo-ah.”, balas Ryeowook. Waaa~, ‘SEO-AH’ katanya. Akrab sekali panggilannya. Perasaanku atau, Wookie oppa sepertinya…
“Ya!! Soo!! Jangan melamun, kesambet setan aku nggak mau tanggung jawab!!!”, Omel Kyuhyun yang sukses membuatku tersadar dari lamunanku.   “Ya!!! Kamu kan setannya!!”, Balasku sekenanya. Kyuhyun menggeram.

“Sudah ah. Kajja Seohyun kita ke kantin.”, ajakku. Padahal sebenarnya aku ingin menghindari Kyuhyun. Dadaku DAG, DIG, DUG, JEDER mulu, kalo ada di deketnya Kyuhyun. Masa sih aku suka sama… Ah!!! Jangan berpikiran yang aneh-aneh Soo!!!
“Ne, kajja eonnie. Aku pergi dulu Ryeowook-ssi, Kyuhyun-ssi. Annyeong.” pamit Seohyun. Hissh, anak ini… Bikin tambah lama aja, ppali Seohyun-ah!!
Ketika aku mau meninggalkan tempat ini. Seperti ada yang menahanku untuk pergi. Tangan seorang namja, aku bisa merasakannya. Ketika kulihat-… Itu Kyuhyun… Perlahan mukaku memanas…
“Aku dan Ryeowook hyung ikut Soo… Boleh yaa???”, Pintanya. Ya!! Kyuhyun!!! Bisakah kau tidak terlihat imut seperti itu?? Membuat dadaku berdegup kecang ketika melihatnya. Apakah aku benar-benar menyukaimu Kyu??   “E-emmm….”, Gumamku -gugup.

“BO-BOLEH!!!” ,Seru Seohyun tiba-tiba. Ada apa dengan anak ini??

“Mwo? Jeongmalyo??”, Tanya Ryeowook memastikan ucapan Seohyun tadi.

“N-ne…”, Balas Seohyun gugup. Huaaa!! Anak ini nyari kesempatan saja buat bisa di dekatnya Kyuhyun!!! Lihat kondisiku juga Seohyun-ah!!!   “Oke, kajja Soo!!!” Ajak Kyuhyun sambil menggaet lenganku.

Ya!! Babo!!! Bagaimana jika Seohyun melihatnya! Lalu, aku dibenci oleh Seo karena tingkahmu ini Kyuhyun-ssi!! Tapi, kalau diperhatikan Seo terlihat lebih senang jika Kyuhyun pergi denganku.. Huh, bingung aku dengan tingkah anak ini. Siapa sih yang dia suka??

—————————-

@ Kantin Sekolah

“Ahjumma!! Pesan nasi goreng 1, kare 1, kimchi 1, air mineral 1, jus strawberry 1, trus jus alpukat 1!!”, Pesanku pada ahjumma penjaga kantin (jangan aneh ya readers, Sooyoung eonnie kan shikshin *dilempar Soo ke sungai Han* #tuinggg… JEBYUR. Oke, author mulai ngaco lagi! Back to story!) Setelah mendapatkan pesananku, aku lalu mencari bangku yang masih tersisa untuk ku tempati. Ah!! Ada!!
Segera kutempati tempat yang tersisa itu. Tapi, tiba-tiba datang segerombolan yeoja yang menempatinya.
“Ya!! Minggir! Ini tempatku!! Main nyelonong aja!!”, Perintahku kepada gerombolan yeoja yang seenak batang hidung Sule (?) Menempatinya.   “Ne? Apa tidak salah? Harusnya kau tuh yang minggir. Mengganggu pemandangan saja!”, Balas yeoja yang berambut panjang.   “KAU!! KURANG AJA-“, “Vic!! Cepat minta maaf!!”, ucapanku terputus ketika ada yang menyahut dari belakang. Haish, kenapa ucapanku sering diputus hari ini??
“O-oppa…”, Heran yeoja yang dipanggil “Vic” itu.

“Mianhae, yeojachinguku memang begi-. Eh? Sooyoungie??”, Tanya namja yang tadi menegur “Vic”. Ne? Dia mengenalku??   “Sooyoung? Choi Sooyoung??”, Sahut namja itu.

“Ne. Neo.. nuguya??”, Tanyaku. Sungguh, wajahnya memang familiar. Tapi, aku masih kurang ingat…   “Ya! Sudah lupa dengan ‘Oppa’ masa kecilmu, ne? Ini aku!! Nickhun!!”, Ucapnya. Nickhun?? Oppa masa kecil?? Ya! Ini Nickhun oppa-‘ku’!!   “Oppa!!”, Teriakku sambil memeluknya.

“Ne, akirnya kau sadar Youngie…”, Balasnya yang disertai senyum termanisnya dan mengacak rambutku.

“Cho-choi Sooyoung??”, Tanya si “Vic” tadi. “Ooh, Mianhae, Sooyoung-ssi. Aku tadi membentakmu”. Mwo? Ada apa dengan yeoja ini??
“Ah, kau pasti bingung, ne?? Naneun Victoria imnida. Nickhun oppa yeojachingu. Bangapseumnida.”, Ucapnya sambil membungkukkan badannya 90 derajat di hadapanku.

“Aku sudah banyak di ceritakan oleh Nickhun oppa tentangmu.”, Sahutnya sambil tersenyum lembut.

“Oh. Ne, bangapseumnida Victoria-ssi…”, balasku.

“Jangan terlalu formal Sooyoung-ssi. Panggil eonnie saja.”, Suruhnya -sungguh berbeda saat pertama bertemu.

“Ne. Eonnie juga tak usah terlalu formal. Panggil Soo saja.”, Balasku sambil tersenyum.
“SOO!!”, Panggil seseorang. Aigoo!! Aku lupa kalau mengajak Kyuhyun, Ryeowook, dan Seohyun kesini!!   “Aku disini Kyuhyun-ssi!!”, Teriakku sambil melambaikan tanganku -bermaksud agar Kyu bisa melihat tanganku.   “Ya! Kau lupa kalau aku ada di bela-. Mwo? Siapa ini Soo??”, Tanya Kyuhyun. Loh?? tapi Seo ama Wook oppa mana??   “Kyuhyun-ssi, Seohyun dan Ryeowook oppa mana??”, Tanyaku balik. Aku takut Seohyun hilang.

“Kata hyung, dia mau makan bekal bersama Seohyun di belakang seko-. Ya! Jawab pertanyaanku dulu!”, Jawabnya. Ha~h, lega. Setidaknya Seo aman bersama Wookie oppa.   “Oh, ini Nickhun oppa dan Victoria eonnie. Temanku”, ucapku sambil tersenyum.

-SOOYOUNG POV END-

-KYUHYUN POV-


   “Oh, ini Nickhun oppa dan Victoria eonnie. Temanku”, ucapnya sambil tersenyum. Ugh, manis sekali senyumnya. Tapi, siapa Nickhun ini?? Wae? Aneh? Iya kalian benar! Aku cemburu! Aku memang menyukai Sooyoung.   “Teman?”, Tanyaku dengan nada sinis.

“Ne, Nickhun oppa adalah teman masa kecil ku. Tapi, kalo Victoria eonnie aku baru kenal tadi.”, Jawabnya sambil tersenyum lembut ke arah si Nickhun tadi. Ya!! Senyummu itu hanya untukku Soo-ah!!   “Emm, Sooyoung-ah…” Cih, berani sekali si Nickhun itu. ARGH!! Stress aku!!   “… Aku pergi dulu ya. Masih ada urusan. Sampai ketemu lagi.” Terus Nickhun. Cih, tak bertemu lagi dengan Soo itu juga boleh!! Malah lebih baik!!   “Iya oppa.” Jawab Sooyoung.

“Annyeong~”, “Annyeong, oppa~”.

Ish, eneg aku melihat drama ini!! Huh, lebih baik pergi saja!! Daripada aku mendidih melihat pemandangan ini. Namun ada sebuah tangan yang menarikku hingga terduduk kembali di bangku kantin.
“Mau kemana Kyuhyun-ssi?? Bukankah kau yang memintaku untuk mengajakmu?? Kenapa kau malah mau pergi??”, Tanya orang yang menarikku tadi. Itu Sooyoung…

“Hm? Ani, aku hanya ingin mengambil minuman..”, Elakku sambil tersenyum ke arah Sooyoung.

“Biar aku saja yang mengambilkannya. Mau minuman apa??”, Balasnya ramah.

“Hmm, jus Strawberry saja, Soo-ah”, pesanku.

“Oke!! Chamkamman!”, Tuturnya.
Tak lama kemudian, Sooyoung datang sambil memegang jus yang tadi aku pesan.

“Igeo!”, Serunya sambil menyodorkan minumanku.

“Ah, gomawo…”, Ucapku. “Cheonmaeyo, Kyuhyun-ssi”, balasnya
Ah, indahnya hari ini. Makan siang bersama Sooyoung… Yah, walaupun tadi ada si belokok Nickhun.
-KYUHYUN POV END-

—————————-

-AUTHOR POV-


   Malam harinya di kediaman keluarga Cho. Seorang Cho Kyuhyun mendapat pesan singkat dari hyungnya.
‘Almyeon dwaetgo go go go go geunyeoman chyeoda bo bo bo bo bwa Neon dasi malhae nabbeun nabbeun nabbeun aniya stop!’

   Kyuhyun langsung mengambil ponselnya. Satu pesan langsung tertera di layar ponsel.

From: Ryeowook Hyung 🙂

‘Aku berhasil Kyu! Seohyun menerimaku! Ah senangnya…o∩_∩o ‘

To: Ryeowook Hyung 🙂

‘Ne, chukkae, hyung. Semoga langgeng yaa.. ^^’,

Sending Message…

Message Send!

 

“Nah, sekarang tinggal giliranku. Apakah Soo akan menerimaku??”, Gumam Kyuhyun. Dia menghela nafas berat…
“Kyu! Ada telpon dari Siwon!”, Teriak eomma Kyuhyun.

“Ne! Aku terima di atas eomma!!”, Balas Kyuhyun -sedikit teriak.

-In Phone-
“Yeoboseo? Waeyo hyung?”, ucap Kyuhyun.

“Yeoboseo Kyu. Begini… Aku, Tiffany, Sungmin hyung, dan Sunny sudah menyiapkan semuanya…”, ungkap Siwon.

“Ah, jinjja? Jeongmal gomawo, hyung!”, sahut Kyuhyun riang.

“Ne. Oya, kudengar Ryeowook ‘nembak’ Seohyun ya?”, tanya Siwon.

“Eung! Dan Seohyun menerimanya…”, balas Kyuhyun.

“Ya! Kenapa Ryeowook tidak memberitauku?? Hish, anak itu…”, geram Siwon.

“Ahahaha! Dia baru saja memberitauku, hyung”, tutur Kyuhyun sambil tertawa.

“Huft, tentu saja! Kau kan yang paling dekat dengannya… Jadi, wajar saja kalau kau yang pertama diberitaunya. Enak sekali menjadi dirimu Kyu…”, canda Siwon.

“Ehehe. Sudah ya hyung. Aku mau makan malam nih.”, pamit Kyuhyun.

“Arraseo. Eommaku juga sudah teriak-teriak… Annyeong”, pamit Siwon.

“Annyeong…”,
CLICK… Pertanda sambungan telepon tadi terputus.

-AUTHOR POV END-

—————————-

@ School


-SOOYOUNG POV-
Huaahh, segar sekali udara pagi ini! Aku jadi bersemangat! Tapi… Kyuhyun mana ya? Ah! Kenapa kau memikirkannya Soo! Hish, baboya!   Aku lalu menuju ke lokerku untuk mengambil beberapa buku yang kuperlukan. Namun, ketika ku buka lokerku…   “Ne? Surat? Dari siapa?”, Gumamku. Kubuka dan kubaca isi surat itu.
“Temui aku di taman belakang sekolah. Setelah bel pulang berbunyi.”

-GK-
GK? Siapa itu? Masa Gikwang anak XII-B? Dia kan namjachingu Son Naeun. Masa dia yang ngajak ketemuan? Bisa-bisa nanti aku jadi perkedel di tangan Naeun!! Jadi, pasti bukan dia. G… K… Siapa yaaa? Ah! Pusing!
“Sooyoung?!”, Kutolehkan kepalaku ke asal suara yang memanggil namaku tadi. Oh, Sunny eonnie.

“Eonnie? Waeyo?”, Tanyaku.

“Aniya, hanya menyapa. Aku takut salah orang tadinya. Eh, ternyata benar kau uri shikshin Sooyoung.”, Ucapnya sambil nyengir.   “Ya! Maksudnya lagi ngejek nih?”, Sahutku.

“Nggak ko bukan ngejek. Cuma nyinggung aja.”, Balasnya sambil melet-melet gak jelas.

“Huft, sudah kuduga. Oya, eonnie kenal siswa disini yang inisial namanya ‘GK’?”, Tanyaku -serius.

“Oh!…” Serunya. Nah, pas bagian kagetnya tuh aku seneng banget! Tapi yang bikin bad mood tuh Sunny eonnie ngelanjutin-

“Nggak tuh…”, “Ya! Eonnie! Serius!”, Teriakku. Kesal sekali aku dengan eonnie yang satu ini.   “Hehehe, iya iya. Humm, Gikwang? Lee Gikwang? Anak XII-B?”, Ucapnya.

“Aigoo~, eonnie kau ingin aku di cincang oleh Son Naeun hah? Lagipula aku juga berpikiran begitu tadi. Tapi, nggak mungkin lah..”, Tuturku.

“Uhm, Gung Krystal? Adik Jessica?”, Usulnya.

“Ya! Krystal itu yeoja eonnie! Lagi pula marganya bukan ‘Gung’ japi ‘Jung’!! Dan satu lagi! Eonnie ingin Taemin memutuskan Krystal? Nanti Taemin kira Krystal Lesby lagi! Hish, bagaimana eonnie ini?”, Kesalku.

“Ehehe, kan kalo ‘Jung’ ntar inisialnya bukan ‘GK’ lagi tapi ‘JK’. Jadi, ku ubah saja! Masalah hubungan Taemin-Krystal… Emang Gue Pikirin?”, Candanya.   “Bercandanya nggak lucu! Seleketeb!”, (*di tendang ke luar angkasa. Hipotermia di kutub utara, hilang di samudra antartika* (loh?) #abaikan authornya lagi stress) ucapku sambil manyun.

“Ahahahaha! Lihat mukamu itu!”, Tawa Sunny.

“Hmph, neo nappeun saram!”, Ucapku.

“Idih, kejem amat. Eonnienya dibilang nappeun. Yaudah, ntar istirahat aku belikan kimchi 3 mangkok. Mau?”, Tawarnya.   “Iya! Mau!”, Sahutku, bagiku marah sih marah. Tapi, makan still number one!!! Tau sendiri kan kalo aku tuh shikshin??   “Sip! Tapi, sekarang masuk ke kelas ya?”, Bujuknya. “Oke! Kajja!”, Ucapku dan langsung menyeret Sunny dengan tidak terhormat.
-SKIP TIME-


@ School’s Back Yard


   “Euhm, sepi sekali. Hish, mana sih GK itu? Ngajak ketemuan ko dianya yang telat?”, Omelku. Memang, sudah 15 menit aku menunggu disini. Si ‘GK’ itu belum datang juga. Ih! Kesal! Awas saja bila sudah datang nanti! Urgh, mana disini dingin… Aku ko ngerasa merinding ya?? Ish, Soo positive thinking!!!
TAP…


   ‘Eh! Ada yang nepuk punggungku! Hii, siapa nih? Jangan nakut-nakuting dong.’, Batinku. Tangannya terasa dingin di kulitku.

“Soo? Kau benar-benar datang.”, Ucapnya. Eung? Suaranya agak familiar. Siapa yah? Ah, aku lihat saja deh mukanya.   “KYAAA!!!”, Teriakku. Mukanya tak ada! Itu hantu muka rata! Tuhan! Tolong aku!.

“Soo? Kenapa teriak? Ini aku Kyuhyun!”, Ucapnya. Mwo? Kyuhyun?.

“Huaaa! Kyu! Tadi ada hantu muka rata! Aku takut!”, Balasku yang langsung memeluk Kyuhyun.

“Soo, perasaan cuma ada aku deh dari tadi. Jadi, mungkin hantu yang kau lihat itu aku.” Sahutnya yang berusaha untuk menenangkanku.   “Ugh, bohong!” Semburku. “Nggak, sumpah! Cuma ada aku dari tadi!” Yakin Kyuhyun.

“Hiks..”, Aku hanya bisa menangis di dada Kyuhyun, sungguh aku begitu takut tadi. Yah, aku mempunyai pengalaman tak menyenangkan dengan hantu saat kecil.

Hangat. Pelukan Kyuhyun hangat. Aku menikmatinya. Mungkin, aku memang suka pada Kyu. Yap! Aku memang menyukai Cho Kyuhyun! Aku yakin 100% akan hal itu saat ini!!!
“Soo-ah…”, Panggilnya lembut. Aku mengadah. Ya tuhan! Benarkah ini Cho Kyuhyun? Tampan sekali!!!

“Wa-waeyo, Kyuhyun-ssi?”, Ucapku gugup -dan belum melepaskan pelukan kami.   “Eung, Sa-saranghaeyo. Jeongmal saranghae Soo-ah.”, Akunya sambil berusaha menyembunyikan rona di wajahnya.

“Eh? Jinjja? Kenapa kau bisa menyukaiku?”, Tanyaku penasaran. Aku ini shikshin, tomboy, nggak cantik. Ko bisa dia suka sama seorang Choi Sooyoung?   “Emm, tak ada alasan spesifik untuk aku menyukaimu. Yang aku tau, Cho Kyuhyun suka sama Choi Sooyoung!! Titik!”, Sahutnya yang lalu memelukku.
BLUSH.


   Skak Mat. Merona sudah pipiku. Kyuhyun, kau selalu bisa membuatku begini. Perlahan namun pasti aku membalas pelukkannya. Kurasakan ada air yang meluncur dari mataku. Air mata. Air mata kebahagiaan. Bahagia, karena Kyuhyun punya perasaan yang sama padaku. Tapi… Bagaimana dengan Seohyun? Aku tak mau menyakiti hatinya.
“Mianhae, Kyuhyun-ssi. Aku tak bisa.”, Tolakku halus.

“Wa-waeyo?”, Tanyanya penasaran.

“Ada seorang yeoja yang menyukaimu juga. Dia sudah ku anggap sebagai dongsaeng. Aku tak mau menyakiti hatinya.”, Balasku sambil menahan agar air mataku tak turun.
“CUKUP SUDAH!!!”, Teriak seseorang. Omo! Itu Seohyun! Haduh bagaimana ini. Aku berusaha melepaskan pelukan Kyu. Tapi, percuma pelukkanya lebih kuat.
“Sooyoung eonnie! Kau harus menerimanya! Aku tak apa kok! Kau salah terka eonnie! Aku kan bukan menyukai Kyuhyun oppa. Tapi, Ryeowook oppa!!” ,Teriaknya bersemangat -namun di detik selanjutnya Seohyun langsung merona begitu sadar apa yang di ucapkannya. Dia lalu menghambur ke pelukan Ryeowook oppa yang entah kapan sudah ada di belakangnya. Ryeowook oppa tersenyum lembut lalu mengelus pelan punggung Seohyun.

“Oppa, eoteokhe? Aku malu…”, gumam Seohyun.

“Gwenchana… Aku disini.”, Lirih Ryeowook oppa. Ah~, manisnya pasangan ini. Oh iya! Baru teringat sesuatu!
Ku tolehkan kepalaku ke Kyuhyun. Sial! Dia hanya nyengir!

“Hhe, kau mau aku di panggang Ryeowook hyung? Gara-gara mengambil yeojachingunya?”, candanya.

“Ya! Kenapa tidak bilang-bilang sih! Lalu, apa maksud semua scene ini?”, Selidikku. Aku yakin masih ada orang dibalik semua ini.

“Hehehe, peace Soo…”, Sahut semua orang yang langsung muncul dari belakang semak-semak. Mereka Sunny-Sungmin, dan Tiffany-Siwon.

“Hish, kalian ini!! Awas ya!!”, Ancamku.

“Eo, satu pertanyaan. GK itu siapa?”, Ungkapku.

“Itu aku!”, Jawab Kyu. “Ya! Kau kira aku bodoh? Namamu itu Cho Kyuhyun!”, Bentakku.

“Aku nggak pake nama panjang. Tapi, nama panggilan akrab. GameKyu!!”, Balasnya innocent.

“Eh? Iya juga sih…”, Gumamku. “Jadi… Keputusanmu berubah kan Soo-ya?”, Tanya Kyuhyun.

“Nado Saranghae!” Teriakku di pelukkanya. Aku sungguh terharu, sampai tak terasa air mata meluncur lagi. Kurasakan pelukannya padaku semakin erat.

“Uljima, Sooyoung-ah. Aku disini. Yeojachinguku pasti aman!”, Rayunya.

“Ih, apaan sih! Lebay!”, Ucapku sambil meninju kecil bahunya. “Hahahaha! Saranghae Soo-ya.”, Ucapnya.
CHUP~. Dia mengecup singkat keningku.
“Nado saranghae, oppa!!”, Balasku.

“Nah, begitu lebih baik. Mulai sekarang panggil aku dengan panggilan itu, arra?”, pintanya. Aku hanya mengangguk. Aku sampai tak bisa berkata apa-apa, gara-gara terlalu senang.

“Hei, udah dong mesra-mesraan nya. Ayo pulang. Dingin nihh.”, usul Siwon oppa. Dia mengusap pelan tangannya. Lalu menggenggam tangan Tiffany eonnie. Yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum sambil merona dan balas menggenggam tangan Siwon oppa.

“Hehehe! Arraseo! Kajja!”, Sahut kami -KyuYoung- bersamaan.
Sungmin oppa dan Sunny eonnie juga terlihat berpegangan tangan. Dengan rona tipis di pipi mereka. Aish, padahal kan mereka udah lama jadian. Masa kaya gitu aja merona? ==”a.
Sedangkan Seohyun? Aku senang dia mendapatkan namja yang menyayanginya dengan tulus. Ryeowook oppa namja baik, kelewat baik malah. Cocok dengan pribadi Seohyun yang juga lemah lembut. Ah, namun kurasa Seo masih malu. Dilihat ketika Seo juga ingin pegangan tangan seperti yang lain. Dia lirik-lirik Ryeowook oppa terus. Dan mungkin karena chemistry, Ryeowook oppa tau apa yang Seohyun mau. Namun, ketika sudah bergandengan, wajah Seohyun malah merah! Ah, yeoja lembut yang satu ini ada-ada saja.
Dan yang paling penting, betapa beruntungnya aku. Aku janji oppa! Selama aku masih hidup, akan selalu di sisi mu. Saranghaeyo, Cho Kyuhyun oppa!!(ɔˆ ³(´▽`c)
Hum! Happy Ending itu bagus kan? ^^

-END-

A/N: Mian kalo jelek. Maafkan segala kegajean Author yang satu ini. Oya, RCL please~. GOMAWO!! 🙂

Advertisements

2 thoughts on “[Fanfic] His and Her

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s