With Him [Part 3]

Title : With Him [Part 3]

Author : Lee Minyoung

Genre : Humor, Friendship, Romance, Hurt/Comfort

Rating : PG-13

Length : MultiChapter

Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung

Support Cast :

  • Seo Joohyun
  • Kim Ryeowook
  • Son Naeun
  • Lee Gikwang

A/N: Ne, annyeonghaseyo! Lamakah? Ehehe, maklum. Saya masih pelajar, dan Readie tahu kan tugas pelajar? Yap, belajar. Dan teman sejati kami adalah PR yang menumpuk #apasih. Tapi, saya sempatkan untuk nulis kok! Itu kan kewajiban saya sebagai author, kekeke :D. Yosh! Happy Read ya? 🙂

———————————————————————————————————

Sebelumnya~

Kyuhyun terdiam sejenak sebelum menjawab, “Naneun kamdogida (Aku direkturnya).” Katanya santai.

Sooyoung yang sedang memakai sepatu tersentak, “MWO?” ucap Sooyoung tak percaya.

Kyuhyun mengangguk. “Ahhh, jadi sekarang aku tinggal dengan seorang direktur?” Sooyoung berkata. Kyuhyun mendelik.

“Dwaesseoyo! Kajja! Naega unjeon halge (aku yang akan mengantarmu).” Kyuhyun berucap ketus.

Sooyoung tersenyum, “Jeongmalyo?”.

“Ne. Aish, ppalli!” seru Kyuhyun. Sooyoung mengerucutkan bibirnya.

——————————————————–

Dangsini joheun kamdogi doegil wonhandamyeon (kalau mau jadi direktur yang baik), simsul maseyo(jangan galak)!” Saran Sooyoung. Kyuhyun mencibir.

Geureol jul arraseo (aku tahu itu)! Aish, dwaesseoyo! Naega meonjeo ka (aku berangkat duluan)!” Sooyoung cepat-cepat berdiri begitu mendengar ancaman Kyuhyun. Karena terburu-buru, ia tak menyadari ada tali sepatunya yang lepas.

Tepat ketika ia akan memanggil Kyuhyun untuk menunggunya, tali sepatunya terinjak.

“Kyuhyu- YAAA!!” seru Sooyoung. Sooyoung sempat memegang baju Kyuhyun sebelum terjatuh. Yah, pada akhirnya mereka berdua terjatuh.

“Aishhh. Igeo yeoja!” umpat Kyuhyun. Ketika Kyuhyun membuka matanya, terlihat mata Sooyoung. Sooyoung yang terlibih dulu membuka matanya, langsung memekik kecil ketika ia melihat mata Kyuhyun membuka.

DEG!

M-mwoya? Ada apa dengan jantungku? Yaa! Simjangi! Bersikap normalah!’ batin Kyuhyun panik.

“Aaa, M-mwoya!!? T-tonghae (lewat)!!!” seru Kyuhyun. Sooyoung mematung.

“S-soo-sooyoung-ssi! Tonghae juseyo!!!” Kyuhyun memekik.  Sooyoung tetap mematung.  Ia malah menatap mata Kyuhyun tajam.

‘Matanya, memancarkan kesedihan. Waeyo?’ kali ini Sooyoung yang membatin.

Mata Sooyoung semakin dalam menyelami mata Kyuhyun, badannya tambah condong ke arah Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa speechless.

1 detik

2 detik

3 detik

Ya!! Kalian sedang apa hah?!” bentak seorang gadis dari arah luar. Sooyoung yang mengenali suara itu langsung bangun dari posisinya semula. Sedangkan Kyuhyun? Dia masih saja enak-enakan berbaring di tanah.

“Oh! Naeun-ah.” Ucap Sooyoung kaget, terlihat Naeun yang sedang menghentak-hentakkan kakinya ke tanah. Disampingnya ada sebuah koper besar. Naeun lalu melirik Kyuhyun yang baru bangkit dan membersihkan pantatnya dari debu.

Ya, eonnie!! Nuguya?! Kenapa ada laki-laki yang tinggal bersamamu? Lalu apa yang mau kalian lakukan tadi? Kemudian,”

“Woo wou wouu. Bicaranya pelan-pelan, Naeun-ah!!” Sooyoung memotong cepat Naeun.

“Bagaimana aku bisa pelan-pelan?! Bagaimana kalau misalnya ajusshi ini punya niat buruk padamu?! Aish! Aku tinggal 1 tahun ke Jepang. Kenapa eonnie tidak bisa menjaga diri dengan baik?” cerocos Naeun.

Jika saja ini Anime, mungkin sudah ada empat siku-siku di kening Kyuhyun, “Yang kau panggil ajusshi itu siapa, huh?”

Neo!

Mwo? Aish, jinjja!”

“Ah, dwaesseoyo! Naeun-ah, sekarang kau masuk. Jaga rumah, aku mau berangkat kerja. Annyeong.” Tutur Sooyoung cepat, dia tak mau ada pertikaian. Ia lalu menyeret Kyuhyun yang masih memancarkan aura gelap.

Ya eonnie! Kau harus menjelaskan semuanya nanti!” tuntut Naeun. Sooyoung mengacungkan jempolnya, dan masuk ke mobil Kyuhyun.

Naeun melambaikan tangan pada Sooyoung yang mulai menghilang di pertigaan. “Hhh,” Naeun menghela napas berat.

“Lebih baik aku mandi saja.” Naeun lalu masuk ke rumah Sooyoung.

***

Aish, apa-apaan temanmu itu Sooyoung-ssi!” Kyuhyun mengeluh. Sooyoung menoleh kearahnya.

“Dia sepupuku, Kyuhyun-ssi.” Sooyoung membetulkan ucapan Kyuhyun.

“Ahh, terserah! Apa mukaku terlihat seperti seorang ajusshi?!” Sooyoung berpikir sesaat.

Sasileyo, sepupuku itu ada benarnya.” Kyuhyun mendelik kearah Sooyoung.

Mwo?!!”

Ya! Eodi bwa!? Perhatikan jalan, babo!” Sooyoung memerintah. Kyuhyun kembali fokus ke jalan.

Dwaesseoyo!”

10 menit berlalu..

Kayo.” Kyuhyun berucap dingin. Sooyoung melotot.

Mwo?! Kau menyuruhku keluar? Kau mau menurunkanku disini?” ucapnya protes.

Ani, babo! Itu kantormu kan?! Kayo!” Kyuhyun menujuk sebuah bangunan bertingkat bertuliskan ‘SM Corp.’

“Aaa, ne. Gomawo, atas tumpangannya.” Kyuhyun mengangguk kecil. Ia lalu mulai melaju lagi.

“Aish, ada apa dengan orang yang satu itu? Apa aku salah berucap?” Sooyoung menggumam sendirian.

PUK

“Sooyoung-ah!”

Ne?!” Sooyoung menoleh ke arah orang yang sudah menepuk bahunya. Matanya melotot ketika ia melihat orang itu.

“Ah!!! N-neo!!” seru Sooyoung kaget. Orang yang ada dihadapannya hanya nyengir 24 karat.

“Ahahahaha! Ada apa dengan wajahmu, huh?” Sooyoung cemberut dan lalu memalingkan wajahnya. “Apakah aku setampan itu, hingga kau sampai memalingkan wajah?” lanjut orang itu.

Sooyoung mendelik tajam, “Heh, teruslah bermimpi!” Tawa orang dihadapannya makin jadi. ‘Mulutnya tak letih ya? Tertawa dari tadi.’ Sooyoung membatin.

Ya! Apa yang kau lakukan disini, Gikwang-babo!?!?” Gikwang, Lee Gikwang lebih tepatnya. Ia adalah sahabat lama Sooyoung, sahabat yang Sooyoung miliki sejak SMP. Gikwang sudah bagaikan seorang saudara laki-laki bagi Sooyoung.

“Masih belum berubah rupanya,” Sooyoung mendengus pelan mendengar ucapan Gikwang.

“Aku melamar pekerjaan disini, dan lalu diterima.” Lanjut Gikwang menjelaskan.

Mwo? Ani! Aniya! Sana pulang!” Sooyoung mengusir Gikwang. Gikwang yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum kecil. ‘Aku rindu saat-saat seperti ini.’, batin Gikwang.

Wae? Apa hubungannya denganmu?”

“Aku bosan melihat mukamu, Gikwang-babo!! Sana pulang!”

“Lalu?”

“Ya kau harus enyah dari hadapanku sekarang juga!”

Andwae! Shireo! Ini kan hari pertama aku bekerja. Kau saja yang pulang!”

Mwo? Aish, neo jinjja!

Wae? An johaseo?”

Ne! Na jeongmal shireo!” Sooyoung memalingkan muka. Gikwang mengeluarkan seringainya.

“Kau memalingkan mukamu lagi! Ahh, kau tak tahan dengan wajah tampanku kan?” ucap Gikwang kepedean.

Sooyoung memutar matanya, malas. “Jangan terlalu tinggi berharap! Awas jatuh! Chuhan (jelek)!”

“Daripada kau? Dasar, shikshin!” Gikwang menggembungkan pipinya, mengejek.

“Waaa! Ngajakin berantem ni anak!” Sooyoung berucap, sambil menggulung lengan baju kerjanya sampai ke siku. Gikwang hanya menjulurkan lidah. Oh, kau tidak mau membangunkan singa betina kelaparan didepanmu ini kan, Lee Gikwang?

Ya! Kau ini seorang gadis atau pemuda? Tak lazim bagi seorang gadis melipat lengan bajunya seperti itu,” Gikwang menunjuk lengan baju Sooyoung. Hati Sooyoung makin dongkol dengan temannya yang satu ini. ‘Huh! Pertama bertemu kembali setelah 7 tahun. Tak ada kesan baiknya sama sekali! GIKWANG-BABOO!’ Sooyoung membatin.

“Dasar preman.” Cibir Gikwang pelan. Sooyoung yang rupanya mendengar cibiran Gikwang melotot sebal.

“Aku bukan preman!” Sooyoung membela dirinya. Gikwang tersenyum meremehkan.

Jeongmalyo?”

Shikkeureo! Chuhan namja! Babo namja! Gikwang-baboo!” Sooyoung berseru tepat didepan muka Gikwang. Ia lalu berbalik dan memasuki kantornya.

Gikwang menyeringai, sesaat setelah Sooyoung masuk, “Skor 1 untuk Lee Gikwang, dan 0 untuk Choi Sooyoung.” Bisiknya. Gikwang pun mengikuti jejak Sooyoung, masuk kedalam gedung megah dihadapannya. Kantor barunya.

***

Sementara ditempat lain~

“Selamat pagi, sajang-nim.” Sapa semua pegawai sambil berdiri dari tempat duduknya dan membungkuk hormat. Orang yang mereka beri sapaan hanya tersenyum ramah, dan menyuruh para pegawainya kembali duduk.

“Kyuhyun oppa!” seru seorang gadis. Wajahnya terlihat senang. Kyuhyun menghela nafas sebentar, lalu tersenyum kecil. Sedetik kemudian senyum irit nan tipis itu menghilang.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tutur Kyuhyun tajam. Seohyun –gadis itu- hanya tersenyum. Matanya terlihat berbinar.

“Tentu saja menemui oppa! Kau tak rindu padaku? Oya, eommoni juga-“

“Aku tak mau membahasnya sekarang. Jadi, bisakah kau pergi?” Kyuhyun memotong dan mengusir Seohyun. Seohyun hanya cemberut. Kyuhyun tak mempedulikannya dan malah bertanya pada sekertarisnya.

“Victoria-ssi, apa jadwalku hari ini?” Victoria tersenyum lalu menjawab, “Anda ada meeting jam 9 nanti dengan client dari Jepang, sajang-nim. Lalu, ada berkas-berkas yang harus anda tanda tangani. Saya sudah meletakkannya di meja anda.”

Kyuhyun mengangguk pelan, “Gamshamnida. Dan, selamat atas pernikahanmu dengan Nickhun-ssi.” Ujar Kyuhyun, Victoria hanya bisa tersenyum malu. Maklum pengantin baru. Kyuhyun lalu melangkahkan kaki ke arah ruang kerjanya. Seohyun mengekori di belakang Kyuhyun.

“Berhenti mengikutiku, Seo Joohyun.” Ucap Kyuhyun tanpa berhenti melangkah dan menoleh. Seohyun tetap mengikuti Kyuhyun, dan Kyuhyun benci itu.

Tepat didepan pintu ruangannya, Kyuhyun menoleh dan menatap Seohyun kesal, “Mwoya?! Tinggalkan aku sendiri. Aku masih mempunyai segudang urusan. Dan aku tak mau di ganggu.”

Oppa. Aku hanya ingin mengunjungi calon tunanganku saja, apa itu tidak boleh?” Seohyun membela dirinya sendiri. Kyuhyun mendecih pelan.

“Cih, sejak kapan aku setuju tentang pertunangan itu?! Kau saja yang seenaknya mengambil keputusan!”

“Tidak bisakah oppa mencoba menyukaiku?!”

“Maaf, tapi aku memang tak bisa.” Dengan itu, Kyuhyun mengakhiri percakapannya dengan Seohyun. Ia lalu memutar knop pintu ruangannya dan beranjak memasukinya. Namun, sepasang tangan –yang Kyuhyun yakini sebagai milik Seohyun- memeluknya dari belakang.

Oppa, tak bisakah oppa memberiku kesempatan? Aku mencintai oppa. Sangat mencintai oppa. Aku tak mau kehilangan oppa. Aku mohon, berilah aku kesempatan.” Seohyun merayu Kyuhyun. Kyuhyun hanya memutar matanya malas dan menyentak tangan Seohyun dari pinggangnya.

“Maaf, kurasa kita sudah berulang kali membicarakan ini. Dan jawabanku tetap sama,” Seohyun menundukkan kepalanya.

“Kalau boleh, bisakah kau meninggalkanku?”

“Arraseo, aku pergi oppa. Annyeong.” Seohyun menjinjitkan kakinya agar bisa sejajar dengan Kyuhyun. Kyuhyun yang tahu Seohyun akan menciumnya hanya menarik kepalanya menjauh. Seohyun tersenyum pahit dan menjauh dari rungan Kyuhyun.

-Seohyun POV-

Hah, selalu begitu. Apakah aku tak pantas untuk ada dihatimu oppa? Aku mencitaimu dengan tulus. Kyuhyun oppa.

DUK

Aduh, aku rasa aku menabrak sesuatu. Atau seseorang? Untuk memastikannya, aku mendongak. Dan menemukan Ryeowook oppa menatapku dengan penuh misteri.

“Joohyunie? Waeyo?” tanyanya lembut. Aku menggeleng pelan, “Na gwaenchana. Geokjeonghajimayo, oppa.”

Ani. Aku tak percaya padamu. Matamu tak mengatakan kau baik-baik saja. Apa kau mau menceritakannya padaku, Joohyunie?” Aku merasa mataku memanas, Ryeowook oppa yang melihatku hanya terkejut. Ia lalu menggenggam tanganku dan menarikku ke arah taman di kantor ini.

“Menangislah, Hyunnie. Aku pinjamkan pundakku padamu.” Aku mengangguk mendengar penuturannya. Akupun memeluk Ryeowook oppa secara tiba-tiba, yang membuat Ryeowook oppa hampir kehilangan keseimbangan.

“J-joohyunie?” aku terisak pelan. Suara Ryeowook oppa yang biasanya cempreng tak terkira itu, entah kenapa terasa seperti suara yang halus dan menenangkan. “Jebal, biarkan seperti ini. Aku perlu oppa saat ini, aku ingin oppa menemaniku untuk sebentar. Bisakan, Ryeo oppa?”

Ryeowook oppa hanya mengelus rambutku pelan, tangisku pecah. Semua yang Ryeowook oppa lakukan untukku, membuatku merasa nyaman didekatnya. Berbeda dengan saat aku bersama Kyuhyun oppa.

Kim Ryeowook oppa adalah sunbaeku pada saat SMP dan SMA. Dia adalah sunbae yang paling dekat dan yang paling sayang padaku. Dulu, pada saat masih SMA, Ryeo oppa sering membuatkanku bekal. Yah maklum, Ryeo oppa adalah orang yang suka memasak.

“Kyuhyun lagi?” aku mengagguk pelan, masih menangis. “Hhh, sudahlah, Hyunnie. Uljimayo.”

Beberapa menit kemudian, tangisku berhenti. Ryeowook oppa hendak melepaskan pelukanku dengannya, aku mencegahnya. “Seperti ini saja.” Ryeowook oppa hanya mengangguk mengerti.

Oppa, mian. Kemejamu basah karenaku.” Ucapku menyesal. Entahlah, ini sudah ke berapa kalinya aku menagis di kemeja Ryeowook oppa. Dan bodohnya lagi, aku terus mengulanginya. Padahal aku sudah bertekad pada diriku untuk tidak merepotkan Ryeowook oppa lagi. Namun, aku tidak bisa menghentikan kebiasaanku ini yang sudah kumulai entah kapan.

“Hahaha, ani. Gwaenchana. Joohyunie, maukah kau berbagi ceritamu padaku?” Ryeowook oppa memohon dengan sangat. Matanya yang berbinar membuatku tertawa kecil.

Arraseo oppa. Memangnya apa yang bisa kusembunyikan dari oppa? Oppa seperti tahu segalanya! Huh, aku jadi tidak bisa berbohong satu kaliii saja.” Keluhku, sedangkan namja didepanku ini hanya tertawa. Aku suka suara tawanya.

“Salahmu sendiri! Kenapa kau malah menyembunyikan semuanya di matamu, huh? Aku bisa dengan jelas melihatnya, Hyunie-chuhan.” Aku melotot.

Oppa! Jangan bilang aku jelek! Oppa juga jelek! Ryeo-chuhan!!” ucapku yang lantas menjulurkan lidahku ke arah Ryeowook oppa.

Ya! Aish!” kudengar Ryeowook oppa mendengus pelan. Aku tertawa. “Ryeo-chuhan!”

“Berhenti, Hyunie.” Ryeowook oppa memerintah dengan suaranya yang berat. Aku menelan ludah. Suara Ryeowook oppa yang satu ini memang jarang terdengar. Terakhir kali aku mendengarnya, pada saat aku diganggu oleh preman di dekat sekolah.

Oppa, mwohae? Suara oppa menakutkan.” Aku berkata jujur. Ryeowook oppa hanya tertawa.

“Kalau kau tak mau mendengar suaraku yang seperti tadi. Turuti semua perintahku, arraseo?!” Aku mengangguk.

Sejenak aku melupakan masalahku dengan Kyuhyun oppa. Semua karena Ryeowook oppa yang menceritakanku semua lelucon yang dia tahu. Yah, dia memang oppaku yang terbaik!

-Seohyun POV End-

***

DRRT.. DRRT..

Kyuhyun melirik sebal kearah ponselnya yang terus bergetar. Kali ini dia sedang ada meeting dengan client dari Jepang. Dan dia tak mau mengganggu. Pada akhirnya, Kyuhyun mengabaikan ponselnya.

Excuse me, sir. But, your phone is ringing.” Salah satu pegawai kantor dari Jepang yang duduk disamping Kyuhyun, menegurnya. Kyuhyun tersenyum kaku.

I’m really sorry. Is that bothering you?” Client disampingnya terseyum ramah dan menggeleng.

No. But please, pick it up. Maybe it’s something important.” Kyuhyun tersenyum lagi.

Excuse me.” Ucap Kyuhyun sebelum beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar.

Sesampainya diluar, Kyuhyun mengecek siapa saja yang sudah mengganggu meetingnya. Pertama, dari Seohyun. Kyuhyun mendecih pelan. Ia sedang malas meladeni gadis itu.

Kedua, Ryeowook. Kyuhyun memicingkan matanya. Untuk apa hyung yang satu itu menelpon Kyuhyun? Kyuhyun hanya mengendikkan bahu, karena merasa tak menemukan jawaban.

Dan yang ketiga,

Glek.

Astaga.

-To Be Continue-

A/N: Maaf kalo pendek *bow. Sanso gateun bipyeonghada. So, give it a comment :D. Gomawo, readiee 🙂

Advertisements

45 thoughts on “With Him [Part 3]

  1. WinKyu says:

    Haah? Seohyun clon tnangan Kyu oppa? Sma Wook oppa aja dh yah.. Hehe
    Nah sapa tuh, Soo unni bukan? Knp kaget bgt Kyu oppanya?
    Next.. Hwaiting! 🙂

  2. elKnight says:

    yg ke 3 ntu soo oenni kah? ahh entahlah #itu trserah author’a
    next next next,…thor…next ne,…”
    jangan lama lama u,u
    aku suka ff mu thor, kerennn 😀

  3. nina says:

    yang ketiga siapa?
    Soo? eomma Kyu? temen Kyu? atau mantan yeojachingu Kyu?
    mulai sedikit ada gambaran tentang kenapa Kyu pilih tinggal sama Soo, padahal seorang direktur perusahaan…
    di tunggu next part chingu^^
    Fighting!!!!!!!!!~

  4. HithaKyuyoungSonElf says:

    Ko Seo bsa knal ma Kyu? Prah.a clon tnangan.a lgi? Jgan2 Seo nggalin Soo krna mw jdi clon tnangan Kyu lgi..
    Aaa bingung!
    Udhlah, Seo ma Wookie oppa ja lha! Kkk…
    Eh, ad Gikwang..
    Next part dah! Cpetan! #plak!!

  5. Knights says:

    sekarang udah mulai tau kenapa kyuooa tinggal ma soonni,,,
    mennding seonni ama ryeoppa,,, cocok kok
    yg nelpon ketiga siapa? soonni ? eomma kyuppa ? vic ?
    ditunggu part 4 nya,,,,,,,,

  6. Choi_Reni407 says:

    Mian ya thor, aku bru komen di part3. Hehe..
    Aku tau deh kaya’a kyu kabur supaya gak tunangan sama seo kan? Hehe
    Kyaaaa penasaran dgn crita selanjutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s