The Great Family Show

Minyoung Lee present:

TGFS cover

“The Great Family Show”

A Fanfic –maybe Drabble

Cast:

  • Cho Kyuhyun –as the Father
  • Choi Sooyoung –as the Mother

Genre: Family, Romance

Rating: General

Length: Still confused..

 ——————————————

Ne, Sooyoung-ah.. Cepat temani aku memasak jika kau tak mau dapur ini terbakar hangus.”  Seru Kyuhyun dari arah dapur. Aku hanya memutar mata dengan malas, orang itu memang bisa dipakai untuk alat mengujicoba kesabaran kalian. Bayangkan saja, beberapa menit lalu aku disuruh membereskan kamar tidur yang terlihat bagaikan kapal pecah, setelah itu suara cemprengnya menyuruhku untuk menyirami tanaman yang katanya hampir mati di bagian depan dan belakang rumah. Dan kali ini? Memasak. Ugh, tak tahukah dia kalau rasa lelahku belum berkurang?

“Hei!”

Arraseo, aku kesana Oppa.” Kuusahakan suaraku terdengar manis dan penurut. Kau tak mau rating acara ini langsung menurun drastis gara-gara kelakuanku. Ya, aku dan Kyuhyun-sial itu sedang melakukan suatu shooting untuk acara salah satu variety show. Memang hampir terlihat bagaikan We Got Married, tapi bukan. Kami memang diharuskan menjadi seorang suami-istri disini –aku benci itu- dan kami nantinya akan mengasuh seorang bayi –atau balita. Bisa dibilang semacam campuran antara WGM dan Hello Baby.

Setelah sampai di dapur aku langsung menutup mulutku, menahan tawa. Astaga, apakah pria ini tak pernah masuk ke dapur sebelumnya? Semuanya tak karuan. Tepung bertebaran, banyak bercak minyak, kecap dan semacamnya di meja, kulkas yang masih terbuka. Seburuk-buruknya aku tak bisa memasak, aku tak pernah separah ini.

Oppa, kau sedang apa? Berantakan sekali.” Tanyaku, dia tersenyum kikuk. Tangannya yang masih berlumur tepung digunakan untuk menggaruk kepalanya yang aku berani bertaruh tidak gatal. “Ehh, aku sedang mencoba memasak sesuatu. Tapi, yah.. Jadi berantakan begini. Aku memang tidak berbakat. Maaf, Sooyoung. Aku tahu kau tadi sudah membersihkan dapur ini.” Mimik mukaku kubuat terkejut. Well, sebenarnya tidak di buat-buat sih. Aku memang terkejut, darimana dia tahu kalau aku sudah membersihkan dapur? Ya Tuhan, aku bahkan sudah bisa merasakan detakan jantungku yang bertambah cepat. Ck, hanya kau benar-benar bisa membuatku begini, Cho Kyuhyun.

“Uhh, Oppa kau tahu skill memasakku seperti apa, kan? Bagaimana kalau kita telepon Seohyun atau Ryeowook Oppa?” setelah lama berdiam diri, aku mengangkat bicara. Setidaknya aku tahu diri lah, skill memasakku memang di bawah rata-rata. Berbeda dengan pasangan SeoWook yang barusan aku sebut. Kalau urusan memasak mereka memang jagonya. Aku tak habis pikir, bagaimana PD-nim bisa memilihku dan Kyuhyun yang jelas-jelas tak bisa memasak untuk masuk ke acara variety show ini. Jelas-jelas, skill memasak sangat dibutuhkan disini. Tapi, Seohyun dan Ryeowook Oppa juga PD-nim ikutkan. Apa maksudnya sih? Ingin membandingkan kami? Iya, aku tahu SeoWook couple lebih unggul. Tidak usah sampai di jadikan variety show juga, kan?

“Soo-ya, mereka pasti sedang repot mengurus Hyunwook. Kau tahu sendiri, kan? Hyunwook itu anak yang bagaimana?” Aku menepuk jidat sekilas. Ah, benar juga. Aku lupa kalau mereka sudah PD-nim percayai untuk mengasuh anak. Sepertinya mereka bertiga memang ditakdirkan menjadi keluarga. Anak yang mereka asuh saja memiliki nama yang bisa di artikan Seohyun-Ryeowook. Kelakuan anak balita itu memang agak hyper, tak bisa diam. Kupastikan mereka pasti sibuk dengan anak hyper nan imut itu. “Majayo.” Aku berbisik pelan.

“Mungkin kurasa ini saatnya aku mentraktirmu makan diluar. Kajja.” Kyuhyun mengambil kunci mobilnya yang tergeltak di meja kecil dekat sofa di ruang tamu rumah kami. Setelah itu tangannya yang satu lagi menarik pergelangan tanganku. Aku mengedipkan mataku beberapa kali sebelum akhirnya menarik tanganku dari genggaman Kyuhyun. “Chamkamman, dapurnya? Oppa! Dapurnya masih berantakan!” aku berlari menuju dapur, namun sebelum tanganku menyentuh tepung yang ada di meja, tangan Kyuhyun kembali menggaet tanganku. Kali ini –mungkin agar aku tidak kabur lagi- dia menautkan jemarinya pada jemariku.

Aish, nanti saja. Aku lapar.” Dan aku hanya bisa menyunggingkan senyum kecil melihat tingkahnya.

***

Sret.. Sret..

Suara sapu yang aku gunakan untuk menyapu tepung-tepung terdengar. Shooting sudah di berhentikan dan akan dilanjutkan lusa. Mereka memberi libur selama satu hari. Bagi kami para Idol, libur satu hari saja sudah bersyukur. Dan aku sudah memutuskan besok akan pergi kemana. Aku ingin berkunjung ke rumah Ryeowook Oppa dan Seohyun. Aku ingin belajar memasak, agar Kyuhyun tak usah menghamburkan uangnya di restoran lagi.

Ah, ngomong-ngomong soal itu, acara makan malam bersama Kyuhyun tadi benar-benar membuatku merasa canggung di dekatnya saat ini. Bagaimana menceritakannya ya? Emm, begini. Kurasa Kyuhyun terlalu menganggap hubungan kami di variety show ini serius. Dia bertindak bagaikan suami asli untukku, tadi tangannya sempat merapikan rambutku yang kurang rapi –menyelipkannya di belakang telingaku, lalu ketika dia mengusap sudut bibirku yang terkena cream, dan.. dan.. Ugh! Entahlah!

Ku tolehkan kepalaku untuk menghadap bahu Kyuhyun yang sedang sibuk mengelap meja dan kompor. “Kyu,” panggilku, dia hanya bergumam tak jelas. Namun, aku mengerti maksudnya. “Kau terlalu serius tadi. Ingat, kita hanya berpura-pura.” Gerakannya terhenti sebentar sebelum akhirnya kembali mengelap meja. Karena aku merasa kurang puas dengan tanggapannya –apakah berheti bergerak lalu bergerak lagi termasuk tanggapan?-, aku kembali memanggilnya. “Kyuhyun,”

“Kalau aku tak ingin berpura-pura?” Eh?! Apa katanya tadi?

Ne? Maksudmu apa?” Kyuhyun memutar badannya agar dia dapat melihat wajahku. Matanya terlihat sedikit kecewa –mungkin? “Sooyoungie, aku benar-benar serius tadi. Aku tak mau berpura-pura. Aku mau, variety show kita bukan berdasarkan kepura-puraan. Aku ingin kita melakukannya dari hati.” Mataku melebar tiap Kyuhyun mengucapkan satu kalimat tadi. Tunggu, apa.. ini berarti..

“Kyu, kau menyukai..ku?” Kyuhyun langsung mengangguk cepat. Tanganku yang memegang sapu langsung terasa lemas. Aku menjatuhkan sapu tadi, dan itu membuat Kyuhyun langsung terlonjak kaget. “Soo? Gwaenchana?” Aku menggeleng pelan, tanganku aku angkat ke depan, memberi isyarat pada Kyuhyun bahwa ia tak usah menghampiriku. Kyuhyun tetap berjalan ke arahku dan mendudukkanku di salah satu kursi. Ia kemudian, mengambilkan segelas air dan diberikannya padaku. Dia berjongkok di depanku.

“Ma-maaf.. Aku tak bermaksud mengagetkanmu.. Aku…”

“Sudah berapa lama kau menyukaiku?” aku memotong perkataannya cepat. Kulihat wajahnya mengeluarkan raut terkejut, ia langsung menunduk. Aku yakin wajahnya pasti sudah memerah. “Entahlah.. Yang ku yakin, aku sudah menyukaimu lama.. Sooyoung Choi.” ucapnya pelan namun masih bisa kutangkap. Aku menarik nafas, berusaha menetralkan detak jantungku yang bertalu-talu keras. Uh, kau terlalu jujur, Kyu!

Senyum menghiasi wajahku, tanganku terulur untuk mengusap puncak kepalanya, wajahku sudah mulai memanas. “Aku.. juga. Aku menyukaimu, Kyuhyun Cho.” Mata Kyuhyun melebar, aku bisa melihat kilatan bahagia disana. “Ji-jinjja?!” aku mengangguk. Kyuhyun langsung mengangkat tubuhku dan memutarnya. Kupukul lengannya perlahan, meminta untuk diturunkan.

Ketika kakiku sudah menginjak tanah lagi, wajah Kyuhyun mendekat. Aku langsung menutup mata. Aku tahu Kyuhyun ingin men-ehm-ku, mataku ku katupkan erat-erat. Aish, kali ini aku sudah bisa merasakan embusan nafas hangat Kyuhyun. Baiklah..

3…

2…

1…

Tidak terasa apa-apa. Aku membuka mata, dan tepat saat itu Kyuhyun mengecup pipiku lembut. Mataku melebar. “K-kyu?” ucapku setelah Kyuhyun sudah menarik dirinya menjauh dariku. Dia tersenyum lembut, berbeda dengan smirk yang selama ini dia tunjukkan padaku. “Tidak, aku tidak akan menyentuh bibirmu. Tunggu saja jika kita sudah menikah, oke, Soo?” ucapnya sambil tersenyum lebar. Aku tertawa dan mengangguk.

“Jadi, besok kita pergi kencan.. Ya?” pintanya. Ah, mungkin besok aku harus menggagalkan rencanaku pergi ke rumah Seohyun dan Ryeowook Oppa. “Ya, besok kita akan pergi kencan, Kyu.” Ucapku sebelum maju dan mengecup pipi Kyuhyun lembut. Kyuhyun meraih bahuku.

Saranghae.” Bisik Kyuhyun sambil memelukku erat. Aku tertawa kecil, dia memang agak kekanakan. “Aku tahu. Nado saranghae.” Yah, sepertinya kami harus berterima kasih pada PD-nim yang mau memasukkan kami di variety show ini.

Ehm, apakah itu berarti PD-nim memang bermaksud menyatukanku dan Kyuhyun? Inikah tujuannya? Ah, molla. Yang penting, Kyuhyun sudah menjadi milikku dan aku miliknya. Untuk saat ini, itu sudah lebih dari cukup.

-END-

A/N: Yah, dan satu lagi FFku berakhir dengan GJ-___-. Maaf kalo jelek.. Comment needed.. And thanks for your time knightdeul..

Advertisements

10 thoughts on “The Great Family Show

  1. hyunsoo says:

    udach selesai bikin lanjtannya dong thor cz seru apalagi klo tr ada babynya pasti bakal tambah seru…….

    ya ya ya ya ya ya ya ya ya ya ya ……………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s